September 12th, 2008
Selama kurang lebih 2 tahun ini aku mengerjakan suatu project software untuk sebuah toko komputer, pada awal mulanya aku menyutujui untuk membuat program ini dengan harga 750.000 karena kupikir software yang kubuat ini hanya berfokus pada transaksi… tapi kemudian oleh pemilik toko ditawar dengan tambahan-tambahan fitur… akhirnya aku menyetujuinya… dengan masa pengerjaan 3 bulan dan masa maintenance 6 bulan, konyol bukan? tapi kupikir tidak masalah… hitung-hitung cari pengalaman… dan pemilik toko adalah teman baik jadi kupikir tak ada salahnya… seiring berjalannya waktu setelah lewat masa maintenance… terlalu banyak revisi… sehingga setelah lewat masa maintenance… user terus meminta perubahan-perubahan… kupikir hal ini tidak jadi masalah… sekalian aku belajar… selang beberapa bulan setelah lewat masa maintenance mereka memberi aku 100.000/bulan… aku lupa uang ini diberikan selama berapa lama… mungkin sekitar 6 bulan… setelah 6 bulan aku mendapatkan pekerjaan baru yang cukup menyita waktu… sehingga tidak sempat lagi untuk update program… sehingga kuhentikan untuk sementara waktu… bulan lalu aku mulai aktif lagi dengan persetujuan yang baru… bulan Agustus kita sepakat saya di gaji 1.5 juta selanjutnya 350.000
Membuat software untuk orang lain tidak semudah itu… ketika kuliah, saya diwajibkan untuk membuat desain program dulu baru kita membuat program, saya menerapkan hal itu juga, meski hanya ERD dan class diagram… tetapi setelah program mulai jadi, user mulai menanyakan masalah fitur-fitur tambahan… jadi program semakin lama semakin membesar, jumlah tabel yang ada sebanyak 35 tabel… kesalahan desain awal… saya kurang bisa menggali informasi dari user sehingga program yang saya hasilkan tidak sesuai dengan keinginan… disinilah saya belajar bahwa terkadang user tidak bisa menjelaskan apa yang dia mau… kita harus belajar menggali informasi dari user sebaik mungkin… lalu dulu ada dosen yang pernah bilang ke saya waktu kuliah : Sebagus apa pun program yang kamu buat jikalau orang lain tidak bisa menggunakannya maka program itu percuma…Saya juga kurang bisa membatasi masalah… sehingga semakin lama permasalahannya semakin luas… dan hal ini menyebabkan pembuatan program ini tidak selesai-selesai…
2 tahun ini waktu habis untuk memperbaiki program tersebut menjadi lebih sempurna dan program semakin berkembang terus… tetapi saya sudah tidak memiliki semangat untuk meneruskan program ini… saya capek dengan revisi yang terus-menerus… program ini pun tidak banyak menghasilkan uang untuk saya… bahkan terkesan sebagai proyek gagal… karena program ini tidak bisa dipakai oleh user dan banyak kesalahan-kesalahan kecil… sehingga menyebabkan fungsionalitas program ini terganggu… akhirnya beberapa hari yang lalu saya memutuskan untuk menghentikan proyek ini…
Keputusan untuk menghentikan proyek ini cukup berat… tetapi daripada terus berlanjut mengecewakan orang lain… pihak user merasa keberatan atas keputusan sepihak saya ini karena mereka merasa telah mengeluarkan uang… aku juga merasa tidak enak… tetapi beberapa hari yang lalu user komplain masalah program yang kubuat lagi… rasanya dia cukup kesal… lalu aku berkata akan kukembalikan uangnya… setelah kuhitung-hitung ternyata mereka hanya keluar uang sekitar 3 juta.. jadi selama 2 tahun mereka keluar uang 3 juta.. berarti tiap bulan aku di bayar 125.000, kemaren uang itu aku kembalikan… sebetulnya aku tidak kembalikan pun mereka bisa apa… aku bisa saja menolak untuk membayar… tapi untuk apa… uang bisa dicari… aku pun merasa produk yang aku hasilkan tidak bisa dipakai oleh user… yah… belajar tanggung jawab…
Program ini nantinya akan tetap kuteruskan sebagai project open source….
akan kubuat lagi dengan desain sistem yang fix kemudian kubuat lagi dari 0…
Posted in Story | No Comments »
September 7th, 2008
Semenjak putus dengan pacar, aku merasa ada sesuatu yang hilang dalam hidup ini… padahal putus sudah beberapa bulan yang lalu… pertama kali putus aku merasa senang karena lepas dari belenggu.. tapi lama kelamaan mulai merasa kehilangan.. berusaha melakukan pelarian dengan cari cewek lain.. seperti yang biasa kulakukan selama ini… tapi ada beberapa teman yang menasehati bahwa sekarang saya sekarang bukan waktunya lagi mencari seorang pacar… tapi lebih ke arah pasangan hidup oleh karena itu harus lebih selektif… aku berusaha untuk menghibur diri.. pergi dengan teman.. cari kenalan baru… tapi tetap saja sulit…
Tanggung jawab pekerjaan yang semakin besar juga membuat stress, saat ini sebetulnya sudah mulai bisa membagi pekerjaan dengan orang lain kemudian mengurangi lembur… berusaha tidak memikirkan pekerjaan pada saat jam pulang… tapi semangat kerja itu berkurang drastis…
Beberapa hari yang lalu saya berkenalan dengan seseorang… Saya berkenalan dengan orang ini karena rumahnya dekat dengan lokasi proyek tempat saya bekerja… anaknya secara fisik cukup menarik… sehingga mengundang diriku untuk berkenalan lebih dekat… lalu kami ngobrol beberapa kali… secara sekilas pembicaraan kami biasa saja… hanya saling menceritakan mengenai diri sendiri dan latar belakang kami… tapi saya ada mengajukan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan jodoh, seperti : ” JIka ada seseorang yang berumur 30 tahun mendekati kamu dan kalian saling cocok kemudian kamu dilamar bagaimana? kamu mau?” Keterangan : umur gadis ini 19 tahun… dan lokasi proyek ini bukan daerah perkotaan.. tapi juga bukan daerah pedesaan… ya tengah-tengahlah… dia menjawab : “ya kalau memang jodoh ya tidak masalah”
beberapa pertanyaan sejenis juga dijawab seperti itu… seolah-olah dia pasrah kepada takdir/nasib…
Suasana persaingan di kota membuat aku bekerja cukup keras… kerja… kerja… dan kerja… terkadang refreshing sih… tapi jarang sekali aku bisa santai… meskipun suasana santai tapi kepala tetap memikirkan pekerjaan… bertemu dengan seseorang yang menyerahkan diri kepada nasib/takdir mengingatkan diri untuk menyerahkan masalah kepada Tuhan… yah… Tuhan berbicara kepada kita melalui banyak cara…
Masalah pasangan hidup… saat ini aku mulai menjalin hubungan dengan beberapa teman baru dan berusaha menjalin hubungan kembali dengan teman lama :) hasilnya cukup bagus… tapi tetap saja terkadang aku merasa ada sesuatu yang hilang… mungkin aku terlalu memikirkan masalah ini… kini saya harus terus belajar untuk menyerahkan masalah ini kepada Tuhan…
Masalah pekerjaan… Ketika kupikir-pikir… masalah pekerjaan ini seolah-olah tak pernah selesai… tiap hari selalu timbul masalah baru… ini saatnya juga menyerahkan masalah ini kepada Tuhan… aku berusaha menyelesaikan apa yang hari ini aku bisa kerjakan… saya berusaha bekerja sekeras mungkin… tapi saya harus menyadari bahwa diriku memiliki batas… dan tidak mungkin semua pekerjaan aku bisa selesaikan seorang diri… aku harus menyadari hal ini…
Kemaren malam ada teman yang sms Tema Misa “Hadapilah dengan senyum
Bila bebanmu terasa berat, bila langkahmu terasa lelah karena Tuhanlah penolongmu dan pembelamu, jangan bimbang dan ragu, hadapilah dengan senyum
“
Posted in Story | 1 Comment »
August 29th, 2008
Beberapa waktu yang lalu pekerjaan di kantor sangat banyak dan sekitar 60-70% pekerjaan di kantor aku selesaikan seorang diri, yah… akibatnya saya menjadi exhausted… lalu akhirnya ada teman yang menyarankan untuk membagi pekerjaan kepada rekan kerja yang lain… tapi aku ada banyak sekali alasan untuk tidak membagi alasan.. takut pekerjaan tidak selesai, takut banyak pekerjaan yang salah dll. tapi teman saya hanya bilang “Coba percayalah dengan orang lain, mereka pasti bisa”
Akhirnya aku coba mulai membagi tugas perlahan-lahan… pertama kali ya kacau… tiap kali mereka menemukan masalah saya dipanggil… kadang saya kesal, masa menemukan masalah sedikit langsung panggil saya.. lalu hampir semua pekerjaan menunggu diriku memberikan instruksi… Arrgh…
Perlahan-lahan… beberapa hari ini mulai menikmati pembagian tugas… pekerjaan sudah tidak terasa seberat dulu lagi…
Kita harus terlebih dahulu percaya bahwa mereka pasti bisa dan mereka pasti bisa.. Belajar mempercayai orang… tiap orang pasti pernah salah… no body perfect… diriku sendiri pun pernah salah
Coba… salah… coba lagi.. salah… putus asa… coba lagi… gagal… istirahat sebentar… coba lagi… lama kelamaan pasti bisa… 
Posted in Story | No Comments »
August 25th, 2008
Beberapa minggu ni kerja lembur terus…. di satu sisi senang sih… karena uang lembur lumayan… tapi di satu sisi capek dan jenuh… satu minggu terakhir setiap kali bangun tidur kepala pusing… lalu langsung terpikir pekerjaan yang belum selesai… maka hari Kamis(21-8-2008) kuputuskan bilang ke Bos kalau minta ijin hari Sabtu-Minggu pulang Kediri.
saya bekerja di kontraktor.. selama proyek masih berjalan saya tidak ada hari libur… kedengarannya aneh… hari Minggu kok ijin libur…. tapi memang itu kenyataannya…
Hari Jumat masih tidak yakin apakah akan ijin atau tidak karena masih ada beberapa tanggungan… siang telpon bos lagi…. tanya apakah besok tidak masalah jika saya tidak masuk : ternyata bos bilang tidak masalah… lagipula saya sudah lama tidak pulang Kediri… terakhir pulang Bulan Desember- waktu Natal… berarti sudah 8 bulan
Hari Sabtu pagi ketika bangun… duh badan terasa capek semua… jadi mikir lagi… pulang ndak ya… ingin pulang naik sepeda motor, karena mau nyekar ke makam Teman… minggu lalu dia ultah…
Akhirnya tidur lagi….
sampai jam 9-an lalu telpon bos lagi karena sebelumnya ada telpon yang memberitahukan pekerjaan, mendadak dan bos lum kasih instruksi masalah pekerjaan yang ini, Dia Jawab : “Besok senin saja… Kamu kan lama ndak libur, masa kerja terus”
hatiku senang sekali dengar kata-kata ini… ya sudah… lalu mikir ini enaknya ngapain ya… akhirnya kuputuskan pinjam komik
baca-baca sampai sore kemudian jalan-jalan ma teman.
sadly… bangun pagi kepala pusing… masih aja… berarti jalan-jalan dan baca komik bukan solusi…
Tiduran…. kemudian berfikir mundur ke belakang kenapa kok saya bisa stress… setelah mengetahui sebabnya kemudian saya melihat apa yang Tuhan sudah lakukan dalam hidupku… kemudian saya mulai menyadari walau betapa berat pekerjaan yang saya jalani tapi berkat Tuhan pun melimpah dalam hidupku saat ini… setelah mulai mensyukuri berkat Tuhan dalam hidupku ini, pusing perlahan-lahan hilang
Selama beberapa waktu saya hanya mengandalkan diri saya sendiri saja untuk melakukan segala kegiatan, tidak meminta pertolongan Tuhan, Hal ini adalah kesalahan besar…. saat ini mulai belajar lagi dari awal…
I never been alone… God always beside me all the time…
Posted in Story | No Comments »
August 17th, 2008
Beberapa bulan yang lalu ketika saya masih bekerja di STIKOM saya hanyalah seorang staf biasa…
Sekarang… sejak awal saya sudah mengetahui jabatan saya adalah di middle level… yang bertugas mengawasi dan mengatur orang di bawah saya dan bertanggung jawab langsung kepada bos yang berada di top level, awal-awal saya hanya bertugas mengerjakan 80% administrasi dan 20% lapangan… dan itu bisa saya kerjakan tanpa ada masalah… karena saya memiliki basic komputer yang baik sehingga urusan administrasi bisa terselesaikan dengan baik… seiring dengan berjalannya waktu… tanggung jawab pun meningkat… porsi pekerjaan lapangan ditambah dan porsi administrasi tetap banyak… sehingga menjadi 50% administrasi dan 50% lapangan…
Masa - masa itu pekerjaan semakin banyak… waktu mulai terasa kurang… lembur hampir setiap hari… gampang stress, marah dan saya menjadi sibuk sekali… kerja pagi-siang-malam tapi terkadang kalau sudah capek aku tinggal tidur, telp atau jalan ma teman terkadang main sendirian… beberapa minggu berjalan seperti itu… Kemudian ada banyak masukan dari rekan kerja bahwa kita harus berbagi pekerjaan dengan yang lain. Nah.. saya mulai belajar… setiap pagi saya masuk lebih awal untuk mempersiapkan pekerjaan bagi teman-teman yang lain. Perusahaan tempatku bekerja sekarang adalah start-up company jadi pembagian pekerjaan masih belum jelas…
Sekarang perlahan-lahan saya mulai menikmati hidup saya lagi…
setelah 2-3 tahun hidup tidak karuan, hidup tidak terarah… sekarang perlahan-lahan mulai belajar mengatur tujuan hidup….
Mat 25 : 21
Posted in Story | 1 Comment »
August 3rd, 2008
Sudah beberapa tidak menulis blog… sibuk sekali aku…
Proyek sudah mulai berjalan… Ketika awal-awal proyek berjalan pekerjaanku tidak terlalu banyak… dan saya masih belum tahu apa yang akan saya kerjakan… sekarang ketika project sudah berjalan 20 % pekerjaan sudah mulai banyak dan benar-benar banyak… setiap malam lembur terus… capek… tapi berusaha untuk terus tersenyum…
berusaha untuk terus kuat… demi masa depan dan keluarga… Terima kasih kepada Tuhan sudah diberikan kekuatan untuk terus berjalan menghadapi pekerjaan ini… walau sempat sakit dan terjatuh karena terlalu lelah tapi masih diberikan kekuatan untuk bangkit dan akhirnya tugas-tugas yang mendesak sudah selesai… tapi tetap saja masih banyak tugas yang harus dijalankan…
Saat-saat berat seperti ini saya bersyukur masih ada teman-teman yang membantu, teman-teman di lapangan yang memberikan data, kemudian teman-teman kantor yang membantu dengan porsinya masing-masing… saya bekerja terlalu berat karena saya belum bisa mengatur diriku sendiri, progress berikutnya saya akan belajar mengatur pekerjaan sehingga tidak terlalu berat di saya… belajar mengatur diri sendiri dan orang lain… terlebih lagi adik ada di sini untuk membantu… saya semakin optimis pekerjaan akan lebih cepat selesai 50 % kemudian ada teman-teman rekanan lain dan satker yang membantu banyak sekali…
Saat ini sudah mulai menikmati pekerjaan… awal-awal dulu terasa bosan… tapi kini mulai muncul bermacam-macam variabel yang membuat pekerjaan lebih menarik… 
Posted in Story | No Comments »
April 25th, 2008
Pertama-tama kita harus menjadi PostreSQL user postgres, kemudian jalankan create user untuk membuat user :
freddy@evangelion:~$ su - postgres
Password:
postgres@evangelion:~$ createuser freddy
Shall the new role be a superuser? (y/n) y
CREATE ROLE
Untuk membuat database test dengan pemilik freddy kita bisa menjalan perintah di bawah ini :
postgres@evangelion:~$ createdb –o freddy test
CREATE DATABASE
Untuk memulai psql untuk database test bisa dilakukan dengan cara :
freddy@evangelion:~$ psql test
Welcome to psql 8.2.7, the PostgreSQL interactive terminal.
Type: \copyright for distribution terms
\h for help with SQL commands
\? for help with psql commands
\g or terminate with semicolon to execute query
\q to quit
test=#
Setelah itu kita bisa menjalankan perintah SQL dari sini.
Posted in postgresql | No Comments »
April 24th, 2008
Instalasi
Untuk menginstal postgresql dapat dilakukan dengan cara ini :
freddy@evangelion:~$ sudo apt-get install postgresql-8.2
freddy@evangelion:~$ sudo apt-get install pgadmin3
Anda dapat juga menggunakan synaptic package manager dari Menu System>>Administration untuk menginstal package ini
Memberi/mengubah password
Pertama kali setelah kita berhasil install postgresql di ubuntu kita harus memberi paswword untuk user postgresql agar kita dapat mengakses database, hal ini dapat dilakukan dengan cara :
freddy@evangelion:~$ sudo -u postgres psql postgres
Welcome to psql 8.2.7, the PostgreSQL interactive terminal.
Type: \copyright for distribution terms
\h for help with SQL commands
\? for help with psql commands
\g or terminate with semicolon to execute query
\q to quit
postgres=# alter user postgres with encrypted password 'freddy';
ALTER ROLE
Buat direktori database
freddy@evangelion:~$ sudo mkdir /usr/lib/postgresql/8.2/data
freddy@evangelion:~$ sudo chown postgres /usr/lib/postgresql/8.2/data/
Anda bebas untuk menyimpan data di tempat lain
Inisialisasi database
Anda dapat menginisialisasi PostgreSQL database dengan menggunakan perintah initdb
-
Masuk ke dalam terminal dan ketik su untuk menjadi user root
- Kemudian masuk menjadi user postgres, Sebagai user biasa, anda tidak memiliki hak/ijin untuk menjadi user lain jadi anda harus menjadi superuser terlebih dahulu
freddy@evangelion:~$ su
root@evangelion:/home/freddy# su - postgres
- Menginisialisasi database dengan initdb
postgres@evangelion:~$ /usr/lib/postgresql/8.2/bin/initdb -D /usr/lib/postgresql/8.2/data The files belonging to this database system will be owned by user “postgres”.
This user must also own the server process.
The database cluster will be initialized with locale en_US.UTF-8.
The default database encoding has accordingly been set to UTF8.
fixing permissions on existing directory /usr/lib/postgresql/8.2/data … ok
creating subdirectories … ok
selecting default max_connections … 100
selecting default shared_buffers/max_fsm_pages … 24MB/153600
creating configuration files … ok
creating template1 database in /usr/lib/postgresql/8.2/data/base/1 … ok
initializing pg_authid … ok
initializing dependencies … ok
creating system views … ok
loading system objects’ descriptions … ok
creating conversions … ok
setting privileges on built-in objects … ok
creating information schema … ok
vacuuming database template1 … ok
copying template1 to template0 … ok
copying template1 to postgres … okWARNING: enabling “trust” authentication for local connections
You can change this by editing pg_hba.conf or using the -A option the
next time you run initdb.
Success. You can now start the database server using:/usr/lib/postgresql/8.2/bin/postgres -D /usr/lib/postgresql/8.2/data
or
/usr/lib/postgresql/8.2/bin/pg_ctl -D /usr/lib/postgresql/8.2/data -l logfile start
Memberikan Hak Akses Koneksi
Secara default PostgreSQL tidak mengijinkan general remote access. Untuk memberikan ijin untuk terhubung ke dalam database, anda harus mengedit file konfigurasi pg_hba.conf dalam contoh ini ada di dalam /usr/lib/postgresql/8.2/data Dalam file pg_hba.conf sebetulnya sudah ada dokumentasi yang cukup lengkap.. tapi saya akan bahas dengan menggunakan contoh-contoh sederhana :
Saya membuat user Freddy pada komputer dengan ip 192.168.0.1 untuk dapat terhubung dengan database akademik, md5 adalah METHOD yang digunakan untuk menghubungkan semua database yang memerlukan authentikasi password :
host akademik freddy 192.168.0.1/32 md5
Saya membuat semua user pada komputer dengan ip 192.168.x.x untuk dapat terhubung dengan semua database, trust adalah METHOD yang digunakan jika kita mempercayai semua user yang ada dalam jaringan 192.168.x.x :
host all all 192.168.0.0/16 trust
referensi :
https://help.ubuntu.com/community/PostgreSQL
Posted in postgresql | No Comments »
April 20th, 2008
Hari ini(20 April 2008) ketika saya makan di warung langganan ketika waktu kuliah dulu, saya diberitahu oleh ibu penjaganya bahwa teman saya telah meninggal dunia… Pertama mendengarnya cukup shock…
sampai bertanya 2-3 kali untuk meyakinkan diri bahwa dia telah tiada… Beberapa bulan lalu memang dia telah di diagnosa dokter bahwa ginjal tidak berfungsi sebagai mana mestinya sehingga tiap minggu dia harus melakukan cuci darah… tetapi saya tidak menyangka bahwa umurnya akan sependek ini… kira-kira tahun ini dia berusia 24 tahun… usia yang relatif cukup muda… kata ibu penjaga warung tersebut jenasah akan di bawa pulang Kediri dari Medan… Tadi saya bingung mencari informasi di mana alamatnya di Kediri… seingat saya yang pernah ke rumahnya hanya ada 2 orang.. aku dan Habibie… saya sudah lupa alamatnya karena terakhir kesana kira-kira 4 tahun yang lalu… sudah cukup lama… sudah lupa… harapan terakhir pada mas Habibie… ternyata dia juga lupa.. inginnya nekat saja… besok pulang Kediri lalu dicari alamatnya… tapi kemudian terpikir… pemakaman orang Jawa biasanya tidak lebih dari 1 hari.. karena itu aku pikir akan percuma kalau aku pulang besok… karena pasti sudah dimakamkan…
Dia adalah salah satu dari teman terbaikku… salah satu teman pertamaku ketika aku berada di Surabaya, sewaktu kuliah di STIKOM… kenal pertama kali di MENWA… kami menjalani pendidikan bersama-sama… dimarahi senior sama-sama… menjalani tugas sama-sama… sampai akhir kami menjadi senior dan punya anak buah… walau dia sudah tidak seaktif pertama kali dulu tapi kami masih sering hubungan… saya sering main ke kostnya… terkadang kami keluar makan sama-sama… saya ingat saya cukup sering dia traktir makan…
anak yang baik sekali, pintar tapi bodoh, tidak tega-an dengan orang lain… sering mengerjakan tugas kuliah anak lain… sampai tugasnya sendiri tidak selesai… anak yang tulus… dia tak pernah meminta suatu imbalan atas pertolongan yang dia berikan pada orang lain… memang ada beberapa kekurangan yang ada pada dirinya… karena dia hanyalah seorang manusia biasa… Setelah saya selesai kuliah… kami jarang kontak lagi seperti dulu… karena saya sibuk dengan kerja dan pacar… jadi saya sudah jarang main kesana… tapi terkadang kami masih kontak… terakhir berbicara dengan dia ya sewaktu dia sakit… pedih hati tidak bisa menemuinya sebelum dia pergi…
Tanggal 22 April 2008 teman saya bertemu dengan Ayu (pacarnya) kemudian bertanya no telp nya karena sejak kemaren saya memang mencari no telp Ayu… setelah Ayu mendapat nomor saya tidak lama kemudian dia telpon… semua ini memang salahku… aku ganti nomor telpon lagi sehingga susah dihubungi.. menurut sms dari Ayu Angga meninggal jam 05.30 di rs Medan jenazahnya dimakamkan di Kediri jam 08.00 hari Senin(21 April 2008) dia meninggal karena penyakit gagal ginjal, jantung kronis, pembuluh jantung dan paru-parunya pecah..
Good Bye my Friend…
Posted in Story | No Comments »
April 18th, 2008
Sun Java Convention
Hewan
Mobil
MejaBelajar
Untuk interfaces, nama seharusnya menggunakan kata sifat seperti
Runnable
Serializable
getKode
setNama
doProses
lingkaran
nmBarang
kdBarang
MAX_HEIGHT
Posted in Java | No Comments »